Diduga Kurang Pengawasan Proyek Peningkatan Ruas Jalan Muara Setulen – Gelombang Asal Jadi

MENYALA GAES NEWS

- Redaksi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

5010 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara  | Proyek peningkatan ruas Jalan Simpang Lawe Desky–Muara Setulen, Kecamatan Leuser Kabupaten Aceh Tenggara,
diduga minim pengawasan. Sejumlah pekerjaan di lapangan disebut masih menyisakan persoalan dan diduga belum sepenuhnya sesuai dengan spesifikasi teknis, maupun rencana pekerjaan yang tercantum dalam kontrak.

Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun Anggaran 2026 tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp7.734.562.161,73, dengan Nomor Kontrak 02.-AC/Bang/PUPR/APBA/2026, dan dikerjakan oleh CV ASJALSEN.

Sorotan terhadap proyek tersebut mencuat setelah bersama tim melakukan pemantauan langsung ke lokasi pekerjaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dari hasil pemantauan ditemukan sejumlah bagian pekerjaan yang dinilai belum menunjukkan progres sebagaimana mestinya. Beberapa pekerjaan bahkan terlihat belum tuntas dan terdapat bagian yang terkesan terbengkalai.

Ia juga mempertanyakan kesesuaian antara nilai kontrak, waktu pelaksanaan, serta progres pekerjaan yang terlihat di lapangan.
“Kalau melihat nilai kontrak dan waktu pelaksanaan yang tersisa, perlu dipertanyakan apakah seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas sesuai spesifikasi yang dipersyaratkan,”

Selain persoalan progres pekerjaan. juga menyoroti aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Dalam pemantauannya, ditemukan sejumlah pekerja yang disebut tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap, seperti helm keselamatan, sepatu pelindung maupun rompi kerja.
Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian serius pihak pelaksana maupun instansi terkait, mengingat pekerjaan konstruksi memiliki risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi.

“Keselamatan pekerja seharusnya menjadi bagian yang tidak boleh diabaikan dalam setiap pekerjaan konstruksi. Penggunaan APD harus menjadi standar utama di lokasi proyek,” tegasnya.

Sementara itu, awak media telah berupaya menghubungi pihak kontraktor pelaksana, CV ASJALSEN, melalui pesan WhatsApp untuk meminta klarifikasi terkait sejumlah temuan dan sorotan tersebut. Namun hingga berita ini ditayangkan, pihak kontraktor belum memberikan tanggapan.

Proyek peningkatan ruas jalan tersebut diharapkan dapat mendukung akses transportasi masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas wilayah Aceh Tenggara menuju kawasan Muara Setulen hingga Subulussalam.

Karena itu, kualitas pekerjaan, kesesuaian dengan spesifikasi teknis, keselamatan kerja, serta pengawasan terhadap pelaksanaan proyek menjadi hal penting yang perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait.

Masyarakat juga berhak mendapatkan hasil pembangunan yang berkualitas, sesuai nilai kontrak dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai aturan, pengawasan dari pihak terkait dinilai perlu diperkuat hingga proyek tersebut selesai dan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis maupun administratif. (TIM)

Berita Terkait

Mengukir Jejak, Melanjutkan Amanah : Polres Aceh Tenggara Sambut Pemimpin Baru dengan Semangat Presisi
Proyek Bronjong Ketambe Disorot: Material Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Pengawasan Dipertanyakan, Regulasi Terancam Dilanggar
Gaungkan Sportivitas di Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Aceh Tenggara Resmi Buka Kejuaraan Grasstrack 2026
Pelukan Terakhir di Bumi Sepakat Segenep, Kapolres Aceh Tenggara Berpamitan kepada Purnawirawan
Senyum Anak Yatim Menghiasi Jumat Berkah, Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Penuh Kasih

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 21:23 WIB

Polres Langsa Ungkap 46,6 Kg Sabu Jaringan Malaysia, Nilainya Capai Rp13,2 Miliar

Berita Terbaru

NASIONAL

Kami Apresiasi Ketegasan Menteri Imipas Cabut PB Indra Kenz

Kamis, 8 Okt 2026 - 17:38 WIB