Aksi Unjuk Rasa Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sipil dalam Momentum Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Tugu Tani, Berjalan Damai

MENYALA GAES NEWS

- Redaksi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:34 WIB

508 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA || Aksi unjuk rasa yang digelar aliansi mahasiswa dan masyarakat sipil di kawasan Tugu Tani (Patung Pahlawan), Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/10), berlangsung tertib. Aksi tersebut digelar bertepatan dengan momentum evaluasi dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Hal tersebut diungkapkan koordinator aksi unjuk melalui keterangannya, Rabu (21/10).

“Massa aksi yang tergabung dalam Komite Sadar (Seruan Kedaulatan Rakyat) bersama sejumlah elemen mahasiswa, di antaranya BEM UI, BEM IPB, HMI dan GMNI, menyampaikan lima tuntutan utama, meliputi penanganan bencana nasional, perbaikan kebijakan ekonomi, perlindungan kebebasan berpendapat, pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), serta penurunan biaya pendidikan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikatakan, dalam pelaksanaannya, massa sempat menggunakan sebagian bahu jalan dan membentangkan spanduk berukuran besar di kawasan monumen Tugu Tani. Kondisi tersebut berdampak pada kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan sekitar Menteng, Cikini, Kebon Sirih, dan Kwitang. Berkat pelayanan dan pengamanan yang dilakukan personel Polri, situasi tetap terkendali. Massa mulai membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 18.50 WIB, disusul pemulihan arus lalu lintas secara bertahap.

Sementara itu, di Bekasi, kegiatan diskusi dan bedah buku bertajuk “Pergeseran Makna Anarkisme dari Rezim ke Rezim” dilaksanakan di Taman You and Us, Harapan Indah, pada pukul 15.30–18.00 WIB. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 25 peserta dari kalangan pelajar dan kelompok diskusi. Pembahasan mencakup perkembangan pemaknaan anarkisme dari era kolonial, Orde Lama, Orde Baru, hingga era kontemporer dalam perspektif sejarah, sosial dan politik.

Diskusi berlangsung hingga selesai dan seluruh peserta meninggalkan lokasi. Berdasarkan informasi yang tersedia, tidak terdapat rencana keikutsertaan peserta dalam aksi unjuk rasa di Jakarta setelah kegiatan tersebut. Dengan demikian, kegiatan diskusi tersebut tidak berlanjut pada mobilisasi pelajar untuk mengikuti aksi unjuk rasa di Jakarta.

Secara keseluruhan, kedua kegiatan berlangsung kondusif. Pelayanan dan pengamanan Polri berperan dalam menjaga ketertiban selama aksi unjuk rasa, sedangkan kegiatan diskusi di Bekasi berakhir tanpa indikasi keterlibatan peserta dalam aksi lanjutan di Jakarta. (Red).

Berita Terkait

PPD: Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Berbagai wilayah Indonesia
PWO DWIPA Apresiasi Kapolda Metro Jaya dan Wakapolda Metro jaya yang Baru, Dorong Penegakan Hukum Profesional dan Berkeadilan
Apresiasi Langkah Tegas Menteri Imipas Agus Andrianto, Nonaktifkan Kalapas Cibinong Bukti Imipas Benahi Jajaran
Konflik Tiket Jatah Wartawan Warnai Laga Persib Bandung di Piala Presiden 2026
Prof DR Sutan Nasomal Meminta Presiden RI Membuat Aturan Ketat Jaga Ibu & Anak Indonesia
FPII Tantang Presiden Prabowo Buka-Bukaan : Siapa dan Jurnalis Mana yang Beliau Maksud Penghianat Bangsa dan Antek Asing!!
Masih Adakah Pers Nasionalis? Ini Jawaban AKPERSI untuk Presiden
Sambut Hari Anak Nasional 2026, Menimipas Agus dan Dudung Abdurachman Peluk Harapan Anak Binaan: Masa Depan Kalian Masih Cerah

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:15 WIB

Kapolres Bireuen Hadiri Wisuda Sarjana dan Magister Angkatan XXXVIII Universitas Islam Aceh

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Kapolres Bireuen Turun ke Jalan, Atur Lalu Lintas Umbau Pengendara Tertib Utamakan Keselamatan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 23:16 WIB

Satresnarkoba Polres Bireuen Ungkap Peredaran 6,1 Kg Sabu, Dua Tersangka Diamankan

Berita Terbaru