Prof Dr Sutan Nasomal : Mengapa Koruptor Wajib Ditembak Mati, Cuma Mati Yang Mampu Memutuskan Mata Rantainya

MENYALA GAES NEWS

- Redaksi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:07 WIB

509 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Sepertinya banyak pihak yang menganggap hukuman mati baik ditempat atau hukuman seumur hidup melanggar yang namanya Ham di Indonesia tapi inilah jalan untuk memutus mata rantai mewabah mendarah dagingnya yang namanya korupsi karena selama ini hanya dihukum ringan para koruptor langkah ini adalah upaya serius yang namanya Presiden Prabowo Subianto untuk membrangus korupsi di tanah air Indonesia tercinta jangan korupsi mengorbankan rakyat dengan berbagai pajak dibalik menteror masyarakat yang terlambat membayar pajak tanah kenderaan dllnya, ya toh “, ujar Prof Dr Sutan Nasomal SH MH Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia(PAMID), Assotion Of Young Infonesian Advocates menjawab pertanyaan sejumlah pemimpin redaksi media cetak onlen dalam luar negeri dukantornya markas pusat partai oposisi merdeka dibi ilangan Cijantung Jakarta 23/10/2026 via telpon selulernya

PROF DR SUTAN NASOMAL : MENGAPA KORUPTOR WAJIB DI TEMBAK MATI

Jakarta, Peristiwa Korupsi yang melibatkan para pejabat Negara Indonesia yang diterima dari aduan masyarakat ke PROF DR SUTAN NASOMAL SH,MH menjadi keprihatinan yang mendalam. Sehingga lembaran putih di tahun 2026 di bawah kepemimpinan Jendral Haji Prabowo Subianto di nodai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah penting wajib menghukum tembak mati KORUPTOR sesuai permintaan rakyat harus di wujudkan oleh Presiden RI. Di mana menjadi sejarah besar bahwa Hukum di Indonesia sangat berat bagi KORUPTOR. Kemiskinan rakyat akibat kejahatan KORUPTOR bisa berdampak ratusan tahun.

Dua tahun pemerintah Indonesia bersama Haji Jendral Prabowo Subianto yang gencar melawan KORUPTOR tidak boleh di lemahkan oleh kepentingan apapun baik dari segi politik sosial budaya keamanan agama dan kelompok manapun. Maka Hukuman Tembak Mati Koruptor harus di laksanakan dengan sebaik baiknya keputusan hukum sesuai Pancasila dan UUD 1945. Jangan hanya menjadi seremonial pidato saja karena masyarakat meminta dilaksanakan.

Kejahatan merusak Alam dengan membakar hutan untuk tujuan para pengusaha harus di perangi juga. Dampak hancurnya hutan pasti membuat hancurnya struktur ekonomi bagi masyarakat di banyak wilayah baik dalam waktu jangka pendek dan jangka panjang.

Begitu pula menjadi musibah bagi kesehatan masyarakat baik balita dan para orang tuanya. Sesak nafas bagi Manusia dan Satwa sampai tewas akibat kebakaran hutan adalah teror kejahatan luar biasa yang harus di sikapi dengan hukuman berat seperti para teroris.

Prof DR Sutan Nasomal SH,MH mengucapkan Selamat Ulang Tahun Pada Usia ke 75 Thn Presiden RI Jendral Besar Haji Prabowo Subianto. Semoga Sehat Selalu dan Sukses.

Selamatkan Indonesia dari harapan masyarakat pada Presiden RI dampak dari bayang bayang hancurnya Ekonomi, Keamanan, Hukum, Budaya, Persatuan, serta Keutuhan Keberagaman. Semua akarnya adalah INDONESIA DI MISKINKAN oleh KORUPTOR.

Narasumber : PROF DR SUTAN NASOMAL SH,MH Pakar Hukum Internasional, Ekinom Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia(PAMID) Assotion Of Young Indonesian Advocates.

Berita Terkait

Aksi Unjuk Rasa Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sipil dalam Momentum Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Tugu Tani, Berjalan Damai
PPD: Pentingnya Pemerataan Kualitas Pendidikan di Berbagai wilayah Indonesia
PWO DWIPA Apresiasi Kapolda Metro Jaya dan Wakapolda Metro jaya yang Baru, Dorong Penegakan Hukum Profesional dan Berkeadilan
Apresiasi Langkah Tegas Menteri Imipas Agus Andrianto, Nonaktifkan Kalapas Cibinong Bukti Imipas Benahi Jajaran
Konflik Tiket Jatah Wartawan Warnai Laga Persib Bandung di Piala Presiden 2026
Prof DR Sutan Nasomal Meminta Presiden RI Membuat Aturan Ketat Jaga Ibu & Anak Indonesia
FPII Tantang Presiden Prabowo Buka-Bukaan : Siapa dan Jurnalis Mana yang Beliau Maksud Penghianat Bangsa dan Antek Asing!!
Masih Adakah Pers Nasionalis? Ini Jawaban AKPERSI untuk Presiden

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:38 WIB

LPM Kota Pekanbaru Bagikan 5000 Masker untuk Warga Terdampak Asap

Senin, 19 Oktober 2026 - 00:38 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Dukung Empat Pemred di Riau Tempuh Langkah Hukum Balik atas Laporan Juari, Desak Dugaan Pelanggaran UU ASN dan UU Perkawinan Diusut!

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:28 WIB

Klarifikasi BPK Tegaskan Tak Ada Larangan Berlangganan Media, Dugaan Aliran Dana BOS Ilegan ke Forum Tertentu Kini Dipertanyakan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Fric: Hukum Jangan Tajam Ke Bawah, Tumpul Ke Atas! Status Penyegelan Dan Operasional Paragon Wajib Dijelaskan Kepada Publik

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:56 WIB

Silaturahmi LAMR Meranti Duduk Bersama Insan Pers Jaga Marwah Melayu

Minggu, 26 Juli 2026 - 02:07 WIB

Diduga Ada Intervensi Oknum Brigjen, Polisi Dinilai Tak Berani Memeriksa Mamak Maling Terlapor Kasus Dugaan Penipuan dan Fitnah

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:28 WIB

Ketua PWMOI Pekanbaru Aprianto Mengukutuk Tindakan Brutal terhadap Jurnalis di Siak, Desak Kepolisian Tangkap Pelakunya

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:16 WIB

Perkuat Komitmen Berantas Narkotika, Kalapas Binjai Hadiri Puncak Peringatan HANI 2026 Secara Daring

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0113/Gayo Lues Mulai Sasar Rehab MCK

Sabtu, 24 Okt 2026 - 12:16 WIB