Elegi untuk Sebuah Negeri: Ketika Cinta di Ambang Revolusi

MENYALA GAES NEWS

- Redaksi

Selasa, 7 Juli 2026 - 22:39 WIB

5028 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Novel ini terinspirasi oleh salah satu kisah cinta paling mengharukan dalam sejarah Hindia Belanda, yaitu hubungan antara Sutan Sjahrir dan Maria Duchateau. Namun, karya ini bukanlah biografi maupun pengisahan ulang peristiwa sejarah. Seluruh tokoh, nama, dialog, dan alur cerita merupakan hasil imajinasi penulis yang dikembangkan secara mandiri, meskipun berakar pada riset sejarah mengenai kehidupan masyarakat Hindia Belanda pada masa kolonial.

Melalui penelusuran terhadap sejarah kolonialisme Belanda, novel ini berupaya menghadirkan gambaran tentang bagaimana sebuah kekuasaan tidak hanya mengendalikan wilayah, hukum, dan politik, tetapi juga merambah ruang paling pribadi dalam kehidupan manusia: cinta, pernikahan, identitas, dan kebebasan memilih. Di bawah sistem yang dibangun atas diskriminasi rasial, hierarki sosial, dan kepentingan politik, bahkan urusan hati dapat berubah menjadi persoalan negara.

Di tengah pergolakan yang kelak melahirkan semangat revolusi, dua insan dari dunia yang berbeda dipertemukan oleh cinta sekaligus dipisahkan oleh kekuasaan. Mereka harus memilih antara mengikuti suara hati atau tunduk pada aturan yang diciptakan untuk menjaga dominasi kolonial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Elegi untuk Sebuah Negeri: Ketika Cinta di Ambang Revolusi bukan sekadar roman sejarah. Novel ini adalah kisah tentang keberanian mencintai di tengah ketidakadilan, tentang harapan yang bertahan di balik penindasan, dan tentang keyakinan bahwa tidak ada kekuasaan yang berhak menentukan siapa yang boleh saling mencintai.

Novita Sari Yahya

Berita Terkait

The Last Romance Between Two Worlds

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 01:59 WIB

Konflik Tiket Jatah Wartawan Warnai Laga Persib Bandung di Piala Presiden 2026

Minggu, 26 Juli 2026 - 01:33 WIB

Prof DR Sutan Nasomal Meminta Presiden RI Membuat Aturan Ketat Jaga Ibu & Anak Indonesia

Minggu, 26 Juli 2026 - 01:06 WIB

FPII Tantang Presiden Prabowo Buka-Bukaan : Siapa dan Jurnalis Mana yang Beliau Maksud Penghianat Bangsa dan Antek Asing!!

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:22 WIB

Sambut Hari Anak Nasional 2026, Menimipas Agus dan Dudung Abdurachman Peluk Harapan Anak Binaan: Masa Depan Kalian Masih Cerah

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:52 WIB

Fahd El Fouz Arafiq Pasang Badan untuk Bahlil: Siapa Pun yang Menyerang Ketum Golkar Akan Berhadapan dengan Ormas Golkar

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:48 WIB

Publik menilai Kenaikan Gaji TNI Bukti Nyata Komitmen Presiden Prabowo Meningkatkan Kesejahteraan Prajurit

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:14 WIB

PW GP Al Washliyah DKI Jakarta Dukung Langkah Tegas Polri Usut Dugaan Korupsi Tata Kelola Batu Bara

Selasa, 7 Juli 2026 - 22:28 WIB

IYE Apresiasi Ketegasan Kepala BNNP Sumut Hadapi Isu Hoaks

Berita Terbaru